Jumat, 20 Juni 2014
SUAMI YANG CERDAS DAN ISTRI YANG SOLEHAH.
Sungguh, rahmat, nikmat dan balasan
dari Allah SWT itu takkan pernah ada
habisnya. Ia akan senantiasa ada bagi
hamba yang selalu patuh dan tunduk
kepada-Nya. Dan betapa perpaduan
antara suami yang cerdas dan istri yang
shalehah dapat membawa kehidupan
keluarga dalam kebahagiaan dan
dipenuhi dengan ridha Ilahi. Ini seperti
kisah berikut ini:
Tersebutlah dalam masa yang telah
berlalu ketika Rasulullah Muhammad SAW
masih hidup dulu, bahwa sahabat dan
sekaligus menantunya yaitu Ali bin Abi
Thalib RA pernah berkata kepada istrinya
Fatimah Az-Zahra RA: “Wahai wanita
mulia, apakah kamu mempunyai sesuatu
yang bisa di makan oleh suamimu?” sang
istri pun menjawab; “Demi Allah aku
tidak mempunyai sesuatu sedikitpun,
namun ini ada 6 dirham dari hasil
upahku memintal bulu. Uang tersebut
akan aku belikan makanan untuk Hasan
dan Husein” Ali lantas berkata; “Wahai
wanita yang mulia, berikan uang 6
dirham itu kepadaku”. Fatimah lalu
memberikan uang 6 dirham itu kepada
suaminya Ali.
Sesudah uang diterima, Ali keluar rumah
dengan maksud membeli makanan untuk
kedua putranya. Tiba-tiba di tengah jalan
ia bertemu seorang yang berkata; “Siapa
yang mau meminjami Allah, Dzat Yang
Menguasai dan pasti Dia akan menepeti
janji-Nya”. Akhirnya Ali mendekati orang
tersebut dengan menyerahkan uang 6
dirham yang dibawanya dari rumah yang
sedianya untuk dibelikan makan kedua
anaknya.
Setelah uang diberikan Ali langsung
pulang kerumah. Ketika Fatimah
mengetahui kepulangan suaminya ke
rumah tanpa membawa makanan apa-
apa, ia menangis. Melihat istrinya
menangis, Ali langsung bertanya; “Wahai
wanita yang mulia, apa yang
menyebabkan engkau menangis?”
Fatimah menjawab; “Wahai putra paman
Rasulullah, aku melihat engkau pulang
dengan tanpa membaca makanan
sedikitpun” mendapatkan jawaban itu,
Ali terus berkata; “Wahai wanita yang
mulia, aku telah menghutangkan uang 6
dirham tadi kepada Allah” mendengar
penjelasan itu Fatimah berkata; “Kalau itu
yang engkau lakukan, aku setuju”
Setelah itu, Ali keluar rumah hendak
menuju ke tempat Rasulullah, tiba-tiba di
tengah jalan ia bertemu seorang Badui
yang sedang menuntun unta. Ali lalu
mendekati Badui itu, maka Badui itu
berkata; “Wahai ayah Hasan, belilah unta
ini” di jawab oleh Ali; “Aku tidak memiliki
uang sepeserpun untuk membeli untamu
itu”. Orang Badui itu lantas berkata; “Aku
menjual unta ini dengan cara
dihutangkan” Ali pun berkata; “Kalau
begitu, berapa harga unta ini kamu jual?”
Jawab sang Badui; “Aku menjualnya
seharga 100 dirham” sesaat Ali diam,
kemudian ia kembali berkata; “Baiklah,
unta ini aku beli, namun pembayarannya
nanti saja setelah aku mendapatkan
uang”
Setelah itu, Ali bin Abi Thalib RA
menuntun unta yang baru dibelinya.
Tetapi tidak jauh berjalan Ali dihadang
oleh seorang Badui lainnya yang
bertanya kepadanya; “Wahai ayah Hasan,
apakah kamu hendak menjual unta ini?”
Ali menjawab; “Benar, aku hendak
menjualnya”. Badui pun berkata; “Berapa
harganya?” dijawab Ali: “Harga unta ini
adalah 300 dirham” kata Badui; “Baiklah,
aku beli untamu ini dengan harga
tersebut”
Setelah orang Badui itu menyetujui
harganya, ia langsung membayar 300
dirham secara tunai kepada Ali. Sesudah
menerima pembayaran tersebut, Ali
menyerahkan kendali unta kepada sang
Badui tadi. Kemudian ia pulang
kerumahnya. Tatkala Fatimah mengetahui
suaminya datang, ia menyambutnya
dengan senyum ,manis kasih sayang,
sebagaimana kebiasaan yang ia lakukan
setiap kali menyambut kedatangan
suaminya. Fatimah bertanya; “Wahai ayah
Hasan, apa yang engkau bawa hari ini?”
dijawab oleh Ali; “Wahai putri Rasulullah,
aku telah membeli seekor unta dengan
dihutangkan cara pembayarannya
seharga 100 dirham. Aku lalu menjual
unta itu dengan harga 300 dirham
secara tunai” Mendapatkan jawaban itu
Fatimah berkata; “Aku setuju saja dengan
apa yang engkau lakukan, asalkan
membawa kemanfaatan dan
kemaslahatan”
Sesudah berbincang-bincang dengan
Fatimah dirasa cukup, Ali bin Abi Thalib
RA keluar rumah lagi menuju rumah
Rasulullah SAW. Pada saat ia memasuki
pintu masjid, Rasulullah SAW melihatnya
dengan tersenyum dan ketika Ali sudah
mendekat, beliau berkata; ”Wahai ayah
Hasan, apakah kamu yang bercerita
kepadaku, ataukah aku yang memberi
kabar kepadamu?” Dijawab oleh Ali;
“Engkau saja yang memberi kabar
kepadaku ya Rasulullah” Rasulullah
berkata; “Wahai ayah Hasan, apakah
kamu sudah mengerti siapa sebenarnya
Badui yang menjual unta kepadamu itu
dan siapa sebenarnya Badui yang
membelinya?” Ali menjawab: “Allah dan
Rasul-Nya yan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar